Senin, 29 Februari 2016

Ringkasan Video Pembelajaran Tentang Kurikulum Indonesia



Ringkasan Video Pembelajaran Tentang Kurikulum Indonesia

Salah satu kunci untuk mnentukan kelulusan adalah kurikulum pendidikannya. Dalam kurun waktu tertentu maka kurikulum selalu di evaluasi untuk disesuaikan dengan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi dan kebutuhan pasar. Departemen pendidikan Nasional juga secara teratur melakukan evaluasi terhadap kurikulum. Semakin majunya perkembangan teknologi,  pengetahuan dan metode belajar semakin lama semakin maju pesat, oleh karena itu instansi sekolah tidak dimungkinkan untuk tetap mengikuti kurikulum lama. Dengan ini, instansi sekolah tidak dapat sejajar dengan instansi di sekolah lain.
Kurikulum menurut Peter F. Olivia dalam terjemahan bahasa indonesia, “ kurikulum adalah suatu program atau rencana yang dikembangkan oleh lembaga (sekolah) untuk memberikan berbagai pengalaman belajar bagi siswa.
Kurikulum menurut UU no. 20 tahun 2003, “kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”. (bab 1 pasal 1 19).

Komponen Kurikulum
1.    Komponen tujuan
Tujuan merupakan gabaran harapan sasaran yang menjadi acuan bagi semua aktifitas yang dilakukan untuk mencapainya.
2.    Komponen isi
Merupakan materi atau bahan ajar yang harus dipelajari oleh siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.
3.    Komponen metode
a.       Kompone metode/strategi
Merupakan pendekatan, strategi, dan sistem pengolahan pembelajaran yang dilakukan disetiap lembaga pendidikan, sehingga program atau kurikulum yang telah ditetapkan dapat berjalan secara efektif, efisien dan akuntabel.

b.      Komponen evaluasi
Merupakan alat ukur untuk mengetahui keterlaksanaan program dan tingkat keberhasilan yang telah dicapai dikaitkan dengan rencna yang telah ditetapkan oleh kurikulum. Alat evaluasi harus ditetapkan secara falid dan dapat menilai seluruh aspek kurikulum.

Perjalanan Kurikulum dari Tahun 1947-2013
1.        Kurikulum tahun 1947 (rentjana pelajaran 1947)
     Awalnya pada tahun 1947 kurikulum saat itu diberi nama Rentjan pelajaran 1947. Pada saat itu kurikulum pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial belanda dan jepang, sehingga hanya meneruskan yang pernah digunakan sebelumnya. Karena suasana kehidupan berbangsa pada saat itu masih dalam  semangat juang merebut kemerdekan maka pendidikan sebagai development konvermis lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia indonesia yang merdeka dan  brdaulat dan sejajar dengan bangsa lain dimuka bumi ini.
2.        Kurikulum 1952 (rentjana pelajaran terurai 1952)
Pada tahun 1952 kurikulum di indonesia mengalami penyempurnaan. Pada tahun 1952 kurikulum inidiberi nama Rentjana Pelajaran Terurai. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan Nasional. “ bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.
3.               3. Kurkulum 1964 (rentjana pendidikan 1964)
Menjelang tahun 1964, pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. Kali ini diberi nama rentjana pendidikan 1964. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 adalah bahwa pemerintah menginginkan pngetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD sehingga program pembelejaran difokuskan pada pancawardana yaitu pegembangan moral, kecerdasan, emosional atau artistik, keprigelan dan jasmani.
4.        Kurikulum 1968 (rentjana pendidikan 1968)
Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari kurikulum 1964, yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia sejati, kuat dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan, dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama.
5.        Kurikulum 1975
Sebagai pengganti kurikulum 1968 menggunakan pendekatan-pendekatan diantaranya sbb:
·      Berorientasi pada tujuan
·      Menganut pendekatan integratif dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang kepada tercapainya tujuan yang lebih integratif.
·      Menekankan kepada efisiensi dan efektif dalam hal daya dan waktu.
·      Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik, dapat diukur dan dirumuskan  dalam bentuk tingkah laku siswa.
·      Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus  feson (rangsang-jawab) dan latihan (driil)
·      Kurikulum 1975 hingga menjelang tahun 1983 dianggap sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan masyarakat dan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi.
6.        Kurikulum 1984 (CBSA).
Kurikulum 1984 mengusung process skill approach. Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap pending. Kurikulum ini juga sering disebut “kurikulum 1975 yang disempurnakan”.
Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan,  mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini diebut cara belajar siswa aktif atau student aktif learning. Kurikulum ini berorientasi kepada tujuan instruksional, didasari oleh andangan bahwa  pemberian pengalaman belajar pada siswa  dalam waktu yang terbatatas harus benar-benar efisional dan efektif. Oleh sebab itu sebelum memilih bahan ajar harus diketahui apa tujuan belajar siswa.
7.        Kurikulum tahun 1994
Dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilakukan sesuai dengan UU no. 2 tahun 1984 tentang sistem pendidikan Nasional. hal ini berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran, yaitu dengan mengubah dari sistem semester ke sistem caturwulan.
Tujuan pembelajaran menekankan pda pemahaman konsep,  dan keterampilan memecahkan soal, dan pemecahan masalah. Kurikulum ini dibuat dengan latar belakang pada tahun 90-an olimpiade matematika internasional yang begitu marak. sampai 1997  sudah 19 kali diselenggarakan. Namun Indonesia jarang mendulang mendali dari lomba tersebut. Keprihatinan ini diperparah dengan lulusan yang belum siap dalam kancah kehidupan. Dalam kurilkulum ini ditujukan pada pelajaran matematika dengan mengedepankan tekstual materi namun tidak melupakan konsepsual yang bersangkutan dengan materi.
8.        Kurikulum 2004
Kurikulum ini lebih dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Pendidikan berbasis kompetensi melibatkan pada pengembangan kemampuan untuk melakukan (kompetensi) tugas-tugas tertentu sesuai dengan standar performance yang telah ditetapkan.
9.        Kurikulum 2006 (ktsp)
Kurikulum ini dikenal dengan sebutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Awal 2006, uji coba KBK dihentikan, munculah KTSP. Tinjauan dari segi isi dan proses pencapaian target kompetensi pelajaran oleh siswa hingga teknis evaluasi tidaklah banyak perbedaan dengan kurikulum 2004. Perbedaan yang paling menonjol adalah guru deberikan kebebasan dalam memberikan pelajaran sesuai dengan lingukungan, kondisi siswa, dan kondisi sekolah berada. Hal ini disebabkan kerangka dasar, standar kompetensi lulusan, standar kompetensi, dan kompetensi dasar setiap mata pelajaran untuk setiap satuan pendidikan telah ditetapkan oleh departemen pendidikan Nasional.
10.    Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 direncanakan akan dimulai pada tahun ajaran 2013/2014 yang akan diterapkan secara berjenjang, pada dasarnya merupaan penyempurnaaan kurikulum tahun 2006 (ktsp)
Dari beberapa draft kurikulum 2013 yang disampaikan pada uji publik mengandung beberapa hal, yaitu :
a.    Pembelajaran lebih mengarah pada karakter anak didik
b.    Pembelajaran lebih mengarah pada proses, bukan sekedar pada hasil belajar. Proses pembelajaran memegang peranan penting dalam dunia pendidikan.
c.    Assement pembelajaran mengarah pada ossement otentik, yaitu penilaian nyata terhadap apa yang diperoleh siswa dalam proses pendidikan.
Pandangan kepala dinas pendidikan terhadap kebijakan perubahan kurikulum dan kurikulum 2013 oleh bapak Totok Gunarto S.Pd M.Pd
“Bahwasanya kurikulum ini hanyalah penyempurnaan dari kurikulum  2006 yang kita kenal dengan ktsp. Hal-hal yang disempurnakan yaitu beberapa mata pelajaran di kurikulum 2013 akan dihapus, yaitu mata pelajaran TIK bagi SMP Karena sudah bisa diikutkan dengan mata pelajaran lain, karena zamannya sudah zaman dunia maya.
Apa saja yang disempurnakan ??
1.        Pembelajaran yang menekankan pada proses bukan pada hasil.
2.        Penilaian ditekankan pada penilaian (assement) otentik atau nyata. Yaitu apa yang dilakukan oleh anak itu yang dinilai.
3.        Kebijakan, dengan ini diharapkan anak lebih keatif dengan dunia lingkungan disekitarnya.
Dalam kurikulum 2013 ini kita akan menekankan pada pembelajaran yang konstruktivisme meskipun tidak akan meninggalkan pembelajaran yang behaviorisme.

Ringkasan Video Pembelajaran Tentang Kurikulum Indonesia

Ringkasan Video Pembelajaran Tentang Kurikulum Indonesia

Salah satu kunci untuk mnentukan kelulusan adalah kurikulum pendidikannya. Dalam kurun waktu tertentu maka kurikulum selalu di evaluasi untuk disesuaikan dengan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi dan kebutuhan pasar. Departemen pendidikan Nasional juga secara teratur melakukan evaluasi terhadap kurikulum. Semakin majunya perkembangan teknologi,  pengetahuan dan metode belajar semakin lama semakin maju pesat, oleh karena itu instansi sekolah tidak dimungkinkan untuk tetap mengikuti kurikulum lama. Dengan ini, instansi sekolah tidak dapat sejajar dengan instansi di sekolah lain.
Kurikulum menurut Peter F. Olivia dalam terjemahan bahasa indonesia, “ kurikulum adalah suatu program atau rencana yang dikembangkan oleh lembaga (sekolah) untuk memberikan berbagai pengalaman belajar bagi siswa.
Kurikulum menurut UU no. 20 tahun 2003, “kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”. (bab 1 pasal 1 19).

Komponen Kurikulum
1.    Komponen tujuan
Tujuan merupakan gabaran harapan sasaran yang menjadi acuan bagi semua aktifitas yang dilakukan untuk mencapainya.
2.    Komponen isi
Merupakan materi atau bahan ajar yang harus dipelajari oleh siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.
3.    Komponen metode
a.       Kompone metode/strategi
Merupakan pendekatan, strategi, dan sistem pengolahan pembelajaran yang dilakukan disetiap lembaga pendidikan, sehingga program atau kurikulum yang telah ditetapkan dapat berjalan secara efektif, efisien dan akuntabel.

b.      Komponen evaluasi
Merupakan alat ukur untuk mengetahui keterlaksanaan program dan tingkat keberhasilan yang telah dicapai dikaitkan dengan rencna yang telah ditetapkan oleh kurikulum. Alat evaluasi harus ditetapkan secara falid dan dapat menilai seluruh aspek kurikulum.
Perjalanan Kurikulum dari Tahun 1947-2013
1.        Kurikulum tahun 1947 (rentjana pelajaran 1947)
     Awalnya pada tahun 1947 kurikulum saat itu diberi nama Rentjan pelajaran 1947. Pada saat itu kurikulum pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial belanda dan jepang, sehingga hanya meneruskan yang pernah digunakan sebelumnya. Karena suasana kehidupan berbangsa pada saat itu masih dalam  semangat juang merebut kemerdekan maka pendidikan sebagai development konvermis lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia indonesia yang merdeka dan  brdaulat dan sejajar dengan bangsa lain dimuka bumi ini.
2.        Kurikulum 1952 (rentjana pelajaran terurai 1952)
Pada tahun 1952 kurikulum di indonesia mengalami penyempurnaan. Pada tahun 1952 kurikulum inidiberi nama Rentjana Pelajaran Terurai.Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan Nasional. “ bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.
3.        Kurkulum 1964 (rentjana pendidikan 1964)
Menjelang tahun 1964, pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. Kali ini diberi nama rentjana pendidikan 1964.Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 adalah bahwa pemerintah menginginkan pngetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD sehingga program pembelejaran difokuskan pada pancawardana yaitu pegembangan moral,kecerdasan, emosional atau artistik, keprigelan dan jasmani.
4.        Kurikulum 1968 (rentjana pendidikan 1968)
Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari kurikulum 1964, yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus.Bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia sejati, kuat dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan, dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama.
5.        Kurikulum 1975
Sebagai pengganti kurikulum 1968 menggunakan pendekatan-pendekatan diantaranya sbb:
·      Berorientasi pada tujuan
·      Menganut pendekatan integratif dalam arti bahwasetiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang kepada tercapainya tujuan yang lebih integratif.
·      Menekankan kepada efisiensi dan efektif dalam hal daya dan waktu.
·      Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional(PPSI). Sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik, dapat diukur dan dirumuskan  dalam bentuk tingkah laku siswa.
·      Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus  feson (rangsang-jawab) dan latihan (driil)
·      Kurikulum 1975 hingga menjelang tahun 1983 dianggap sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan masyarakat dan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi.
6.        Kurikulum 1984 (CBSA).
Kurikulum 1984 mengusung process skill approach. Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap pending. Kurikulum ini juga sering disebut “kurikulum 1975 yang disempurnakan”.
Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan,  mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini diebut cara belajar siswa aktif atau student aktif learning. Kurikulum ini berorientasi kepada tujuan instruksional, didasari oleh andangan bahwa  pemberian pengalaman belajar pada siswa  dalam waktu yang terbatatas harus benar-benar efisional dan efektif. Oleh sebab itu sebelum memilih bahan ajar harus diketahui apa tujuan belajar siswa.
7.        Kurikulum tahun 1994
Dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilakukan sesuai dengan UU no. 2 tahun 1984 tentang sistem pendidikan Nasional. hal ini berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran, yaitu dengan mengubah dari sistem semester ke sistem caturwulan.
Tujuan pembelajaran menekankan pda pemahaman konsep,  dan keterampilan memecahkan soal, dan pemecahan masalah. Kurikulum ini dibuat dengan latar belakang pada tahun 90-an olimpiade matematika internasional yang begitu marak. sampai 1997  sudah 19 kali diselenggarakan. Namun Indonesia jarang mendulang mendali dari lomba tersebut. Keprihatinan ini diperparah denganlulusan yang belum siap dalam kancah kehidupan. Dalam kurilkulum ini ditujukan pada pelajaran matematika dengan mengedepankan tekstual materi namun tidak melupakan konsepsual yang bersangkutan dengan materi.
8.        Kurikulum 2004
Kurikulum ini lebih dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Pendidikan berbasis kompetensi melibatkan pada pengembangan kemampuan untuk melakukan (kompetensi) tugas-tugas tertentu sesuai dengan standar performance yang telah ditetapkan.
9.        Kurikulum 2006 (ktsp)
Kurikulum ini dikenal dengan sebutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Awal 2006, uji coba KBK dihentikan, munculah KTSP. Tinjauan dari segi isi dan proses pencapaian target kompetensi pelajaran oleh siswa hingga teknis evaluasi tidaklah banyak perbedaan dengan kurikulum 2004. Perbedaan yang paling menonjol adalah guru deberikan kebebasan dalam memberikan pelajaran sesuai dengan lingukungan, kondisi siswa, dan kondisi sekolah berada. Hal ini disebabkan kerangka dasar, standar kompetensi lulusan, standar kompetensi, dan kompetensi dasar setiap mata pelajaran untuk setiap satuan pendidikan telah ditetapkan oleh departemen pendidikan Nasional.
10.    Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 direncanakan akan dimulai pada tahun ajaran 2013/2014 yang akan diterapkan secara berjenjang, pada dasarnya merupaan penyempurnaaan kurikulum tahun 2006 (ktsp)
Dari beberapa draft kurikulum 2013 yang disampaikan pada uji publik mengandung beberapa hal, yaitu :
a.    Pembelajaran lebih mengarah pada karakter anak didik
b.    Pembelajaran lebih mengarah pada proses, bukan sekedar pada hasil belajar. Proses pembelajaran memegang peranan penting dalam dunia pendidikan.
c.    Assement pembelajaran mengarah pada ossement otentik, yaitu penilaian nyata terhadap apa yang diperoleh siswa dalam proses pendidikan.
Pandangan kepala dinas pendidikan terhadap kebijakan perubahan kurikulum dan kurikulum 2013 oleh bapak Totok Gunarto S.Pd M.Pd
“Bahwasanya kurikulum ini hanyalah penyempurnaan dari kurikulum  2006 yang kita kenal dengan ktsp. Hal-hal yang disempurnakan yaitu beberapa mata pelajaran di kurikulum 2013 akan dihapus, yaitu mata pelajaran TIK bagi SMP Karena sudah bisa diikutkan dengan mata pelajaran lain, karena zamannya sudah zaman dunia maya.
Apa saja yang disempurnakan ??
1.        Pembelajaran yang menekankan pada proses bukan pada hasil.
2.        Penilaian ditekankan pada penilaian (assement) otentik atau nyata. Yaitu apa yang dilakukan oleh anak itu yang dinilai.
3.        Kebijakan, dengan ini diharapkan anak lebih keatif dengan dunia lingkungan disekitarnya.
Dalam kurikulum 2013 ini kita akan menekankan pada pembelajaran yang konstruktivisme meskipun tidak akan meninggalkan pembelajaran yang behaviorisme.

Minggu, 21 Februari 2016

KEGALAUAN KURIKULUM YANG BERUBAH-UBAH



Kegalauan Kurikulum yang Berganti-ganti
Kita pastinya sudah tidak asing lagi dengan apa yang disebut kurikulum atau sebuah program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga pendidikan yang berisi tentang rancangan pembelajaran
Membahas tentang kemajuan sebuah bangsa, rasanya hampir semua elemen sepakat bahwa pendidikan merupakan salah satu aspek penting untuk mencapainya. Bahkan kalau kita ingat kisah pengeboman kota Hirosima dan Nagasaki 69 tahun yang lalu, ketika 2 kota itu luluh lantah, hal pertama yang dicari dan ditanyakan pemimpin adalah berapa banyak guru yang masih selamat. Jepang sudah sadar, ketika 2 kota mereka hancur maka untuk membangunnya kembali mereka butuh sosok guru untuk melakukannya. Ini menunjukkan bahwa untuk membangun peradaban suatu bangsa diperlukan sistem pendidikan yang baik.Dan yang selama ini nampak, ketika pemerintah menggulirkan suatu kurikulum yang akan menjadi acuan dalam dunia pendidikan di Indonesia, hampir selalu putus di tengah jalan. Kurikulum tersebut belum dilaksanakan dengan maksimal tapi langsung di ganti dengan kurikulum yang baru. 
Kegalauan dalam dunia pendidikan terus saja terjadi. Seolah-olah perkembangan pendidikan di negeri ini selalu berada pada masa “remaja” yang penuh dengan kebimbangan. Kedewasaan dalam dunia pendidikan di Indonesia memang belum terlihat. Hal ini terbukti dari sistem kurikulum pendidikan yang selalu berubah-ubah. Tidak tanggung-tanggung perubahan ini terjadi dalam rentang waktu yang sangat singkat.
Ini mengesankan bahwa memang sistem pendidikan di Indonesia itu belum begitu matang, atau mungkin saja perubahan- perubahan kurikulum ini terjadi karena oknum- oknum tertentu yang berada pada jajaran petinggi pembuat kebijakan dalam dunia pendidikan. Hal ini sangat jelas terlihat. Bahkan banyak yang beranggapan setiap kali sistem pemerintahan ini berganti menteri dalam hal ini menteri pendidikan, maka akan ada pengguliran kurikulum baru oleh menteri tersebut. Aneh memang, namun itu lah yang terjadi 
Padahal yang menjadi permasalahan dalam pendidikan itu bukan hanya kurikulum nya, banyak faktor lain yang mempengaruhi “mandek” nya pendidikan di Indonesia. Faktor – faktor seperti kualitas guru, pemerataan sarana dan prasarana lebih pantas untuk diselesaikan dibandingkan dengan penggantian kurikulum.
Penggantian kurikulum ini sendiri merupakan suatu pemborosan besar-besaran. Bagaimana tidak, ketika terjadi perubahan sebuah kurikulum pendidikan di Indonesia maka ini berarti pemerintah harus menganggarkan dana untuk mensosialisasikan kurikulum baru ini, melakukan pelatihan kepada semua penggerak pendidikan di seluruh pelosok negeri ini. Bayangkan berapa banyak dana yang harus di kucurkan oleh pemerintah untuk hal ini.
Seperti yang dikutip brilio.net dari kemendikbud.go.id ternyata selama ini Indonesia telah berganti kurikulum sebanyak 11 kali, terhitung sejak Indonesia merdeka. Yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, 2013, dan 2015.
Berikut ini sejarah perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia sejak masa awal kemerdekaan:

1.        Kurikulum 1947 atau disebut Rentjana Pelajaran 1947
Kurikulum pertama lahir pada masa kemerdekaan ini memakai istilah bahasa Belanda Leerplan artinya rencana pelajaran. Istilah ini lebih populer dibanding istilah curriculum (bahasa Inggris). Perubahan arah pendidikan lebih bersifat politis, dari orientasi pendidikan Belanda ke kepentingan nasional. Sedangkan asas pendidikan ditetapkan Pancasila. Kurikulum ini sebutan Rentjana Pelajaran 1947, dan baru dilaksanakan pada 1950.
Karena masih dalam suasana perjuangan, pendidikan lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia merdeka, berdaulat, dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini. Fokus Rencana Pelajaran 1947 tidak menekankan pendidikan pikiran, melainkan hanya pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat. Materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari-hari, perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani.

2.        Kurikulum 1952, Rentjana Pelajaran Terurai 1952
Kurikulum ini merupakan penyempurnaan kurikulum sebelumnya, merinci setiap mata pelajaran sehingga dinamakan Rentjana Pelajaran Terurai 1952. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. Paling menonjol sekaligus ciri dari Kurikulum 1952 ini, yaitu setiap pelajaran dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Silabus mata pelajaran menunjukkan secara jelas seorang guru mengajar satu mata pelajaran.

3.        Kurikulum 1964, Rentjana Pendidikan 1964
Pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum pada 1964, namanya Rentjana Pendidikan 1964. Ciri-ciri kurikulum ini, pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD. Sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana, yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional atau artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmani.

4.        Kurikulum 1968
Lahir pada masa Orde Baru, kurikulum ini bersifat politis dan menggantikan Rentjana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Kurikulum ini bertujuan membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni.
Cirinya, muatan materi pelajaran bersifat teoretis, tidak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan. Titik beratnya pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik sehat dan kuat.

5.        Kurikulum 1975
Kurikulum 1975 menekankan pendidikan lebih efektif dan efisien. Menurut Mudjito, Direktur Pembinaan TK dan SD Departemen Pendidikan Nasional kala itu, kurikulum ini lahir karena pengaruh konsep di bidang manajemen MBO (management by objective). Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI), dikenal dengan istilah satuan pelajaran, yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan.

6.        Kurikulum 1984
Kurikulum ini mengusung pendekatan proses keahlian. Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap penting. Kurikulum ini juga sering disebut "Kurikulum 1975 disempurnakan". Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA).

7.        Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999
Kurikulum 1994 merupakan hasil upaya memadukan kurikulum kurikulum sebelumnya, terutama Kurikulum 1975 dan 1984. Sayang, perpaduan antara tujuan dan proses belum berhasil. Sehingga banyak kritik berdatangan, disebabkan oleh beban belajar siswa dinilai terlalu berat, dari muatan nasional sampai muatan lokal. Misalnya bahasa daerah, kesenian, keterampilan daerah, dan lain-lain. Akhirnya, Kurikulum 1994 menjelma menjadi kurikulum super padat.

8.        Kurikulum 2004, KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi)
Sebagai pengganti Kurikulum 1994 adalah Kurikulum 2004 disebut Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Suatu program pendidikan berbasis kompetensi harus mengandung tiga unsur pokok, yaitu pemilihan kompetensi sesuai, spesifikasi indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi, dan pengembangan pembelajaran.
KBK memiliki ciri-ciri sebagai berikut, menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal, berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman. Kegiatan belajar menggunakan pendekatan dan metode bervariasi, sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.

9.      Kurikulum 2006, KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)
Kurikulum ini pada dasarnya sama dengan Kurikulum 2004. Perbedaan menonjol terletak pada kewenangan dalam penyusunannya, yaitu mengacu pada jiwa dari desentralisasi sistem pendidikan. Pada Kurikulum 2006, pemerintah pusat menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Guru dituntut mampu mengembangkan sendiri silabus dan penilaian sesuai kondisi sekolah dan daerahnya. Hasil pengembangan dari semua mata pelajaran dihimpun menjadi sebuah perangkat dinamakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

10.    Kurikulum 2013
Kurikulum ini adalah pengganti kurikulum KTSP. Kurikulum 2013 memiliki tiga aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb., sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika.


11.    Kurikulum 2015
Kurikulum tahun 2015 ini ternyata masih dalam tahap penyempurnaan dari kurikulum 2013. Namun Ujian Nasional yang digelar pada tahun 2015 ternyata menggunakan Kurikulum 2006 yaitu KTSP. Karena, untuk saat ini, siswa yang sekolahnya sudah menggunakan Kurikulum 2013 baru melaksanakan tiga semester.

Lalu kemudian timbul pertanyaan, akan kah setelah bergantinya menteri pendidikan nanti berganti pulakah kurikulum pendidikan di Indonesia ini?.  Ini semua masih menjadi tanda tanya besar.